System Integration

Hubungkan sistem yang sudah dipakai tanpa kehilangan kendali data. Terintegrasi.

Kami merancang API dan middleware untuk mengurangi input ganda, menjaga kontrak data, serta membuat kegagalan integrasi lebih mudah ditangani.

Masalah yang sering dihadapi

Mulai dari hambatan yang paling nyata.

  • Sistem inti dan aplikasi pendukung menyimpan data yang tidak sinkron.
  • Tim bergantung pada ekspor-impor manual.
  • Integrasi lama sulit dipantau ketika terjadi error.

Kapabilitas

  • API contract dan middleware
  • Data mapping, sync, dan idempotency
  • Webhook, retry, dan error monitoring
  • Authentication dan access boundary

Dampak bisnis yang dituju

  • Data lintas sistem memiliki alur yang lebih jelas
  • Pekerjaan pemindahan data berulang dapat dikurangi
  • Masalah integrasi lebih mudah ditelusuri
  • Fondasi siap untuk workflow berikutnya

Development process

Langkah yang dapat ditinjau bersama.

  1. 01

    Inventarisasi sistem dan pemilik data

  2. 02

    Tentukan contract, mapping, dan arah sinkronisasi

  3. 03

    Bangun adapter dan penanganan error

  4. 04

    Uji duplikasi, keterlambatan, dan pemulihan

Pertanyaan umum

Sebelum memulai percakapan.

Sistem apa yang dapat diintegrasikan?

Sistem dengan API, webhook, ekspor terstruktur, atau akses database yang memang diizinkan pemiliknya.

Apakah integrasi berarti mengganti sistem lama?

Tidak. Integrasi justru dapat menjadi langkah untuk menghubungkan sistem yang masih dibutuhkan.

Bagaimana menjaga data tidak masuk dua kali?

Gunakan mapping, idempotency key, validasi, dan pencatatan status sinkronisasi yang sesuai.

Langkah berikutnya

Punya proses yang ingin dibenahi?